Cerita Lucu Ngeres Bedanya Pengantin

Mukidi: “Jan apa bedanya pesepak bola sama pengantin baru?” Wakijan: “Sama2 bisa ngegolin yeh.” Mukidi: “Beuh dasar otak ngeres. salah!”

Maaf Pak Polosi Saya Bercanda

"Kenapa kamu masih diam saja. Ini kan sundah lampu hijau" Bentak Polisi lalu lintas kepada pengemudi sepeda motor yang masih saja diam sambil melihat ke lampu di atasnya yang sudah berwarna hijau. "Wah, ini sih salah bapak. Daritadi saya nunggu warna kesukaan saya. Ternyata gak muncul muncul. Makanya saya diam saja" Jawab pengemudi sambil berjalan karena melihat Pak Polisi mengeluarkan surat tilang.

Jait Kainkan Besok

“Ndro, pelan2 ya masukinnya.” Indro: “Iya tante, ni juga udah pelan banget.” Tante: “Di emut dulu yah biar enak di masukinnya.” Indro: “Ohh iya, tante.” Tante: “Masukinnya jagan meleset ya ndro.” Indro: “Pasti tante, kan Indro masih jelas liat lobangnya.”

Teka-Teki Lucu Ngeres

Keanehan wanita. Ditusuk tapi tak mati, berdarah tapi tak luka, merintih tapi tak sakit, bolong tapi tak bocor, dirudal malah segar bugar. Trayek Bus: Lebak Bulus: Lepas Bajuku Baru Dielus. Senayan: Sekali Kena Langsung Doyan. Ciputat: Cium Pusar Sampai Pantat. Blok M: Belum Oke Kok Muncrat. Waktu dilihat bikin...

Salah Kirim DM ke Dipo Latief, Nikita Mirzani sebut Lucinta Luna Manusia Jadi-Jadian

Nikita Mirzani setuju Lucinta Luna diambil oleh Malaysia. BungaShio - Perseteruan antara Nikita Mirzani dan Dipo Latief hingga kini masih terus berlangsung. Belum lama ini Nikita telah membeberkan bukti-bukti bahwa Dipo masih sering kali menghubungi dirinya. Ibu dua anak itu juga mengatakan bahwa D

Memaknai Narasi "Sontoloyo" Jokowi

November 02, 2018
Memaknai Narasi Sontoloyo Jokowi
BungaShio - Istilah "sontoloyo" mendadak ramai dibicarakan publik. Orang nomor satu di republik ini, Presiden Joko Widodo, dua kali mengucapkan kata itu. Pertama, diucapkan saat penyerahan sertifikat tanah gratis kepada 5.000 warga DKI Jakarta di Kebayoran Lama, 23 Oktober. Kedua, sehari kemudian seusai membuka Trade Expo Indonesia di Tangerang, Banten.
Entah kata sontoloyo tersebut secara sengaja diucapkan Jokowi atau sekadar keceplosan, yang pasti pro dan kontra menyelimuti atas ucapan tersebut. Sejumlah politikus mengkritik Jokowi atas kata yang dilontarkan itu. Mereka berpendapat, tidak pantas dan tidak elok seorang presiden mengungkapkan istilah sontoloyo yang secara makna berkonotasi negatif. Secara litterlijk, kata sontoloyo mempunyai arti konyol, tidak beres, atau bodoh. Istilah ini biasanya dipakai sebagai kata makian ataupun umpatan.
Namun, sebagian kalangan memaklumi kata yang diucapkan Jokowi tersebut. Apalagi kata sontoloyo ditujukan kepada politikus yang selama ini dianggap memainkan politik yang sudah di luar akal sehat. Salah satu yang membuat Jokowi kesal adalah terkait dengan rencana pengguliran dana kelurahan pada tahun depan.
Rencana itu menuai kritik pedas dari sejumlah politikus. Jokowi heran karena ide dana kelurahan muncul atas usul Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) tentang kebutuhan dana untuk meningkatkan kinerja kelurahan. Apeksi menuntut keadilan (alias cemburu) terhadap desa yang mendapat kucuran dana hingga Rp 187,6 triliun selama 2015-2018.
Atas dasar tuntutan keadilan itulah, Jokowi kemudian menganggarkan Rp 3 triliun untuk dana kelurahan. Dana tersebut diambil dari dana desa yang sebelumnya dianggarkan sebesar Rp 73 triliun pada RAPBN 2019. Penggelontoran dana tersebut merupakan upaya mewujudkan pembangunan yang merata mengingat kelurahan di Indonesia mayoritas masih minim anggaran pembangunan. Padahal kelurahan juga merupakan tonggak pembangunan Indonesia. Sesuai dengan prinsip Jokowi, ia ingin melakukan pembangunan yang merata, seimbang, dan berkeadilan.
Selain itu, ungkapan sontoloyo Jokowi juga dialamatkan pada para politikus yang suka menebar fitnah (hoaks) dan ujaran kebencian. Pasalnya, memasuki tahun politik, tren hoaks dan ujaran kebencian terus meningkat. Hasil riset Presidium Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) misalnya mengatakan, selama September 2018, terdapat 52 dari 86 berita hoaks dengan konten politik. Sedangkan selama Juli-September 2018, terdapat 230 hoaks dengan berbagai konten. Konten tertinggi yakni politik 58,7 persen, agama 7,39 persen, penipuan 7,39 persen, lalu lintas 6,96 persen, dan kesehatan 5,2 persen.
Banyaknya politikus menebar berita bohong di tahun politik mengingatkan kita pada karya Erving Goffman berjudul The Presentational of Self in Everyday Life (1959) tentang dramaturgi. Dalam dramaturgi, para politikus (sontoloyo) memainkan sandiwara untuk mengelabuhi masyarakat. Di depan publik seolah-olah anti-hoaks dan ujaran kebencian, padahal di belakang mereka adalah aktor intelektual dan dalang di balik merebaknya hoaks dan ujaran kebencian itu.
Karena itu, narasi sontoloyo yang disampaikan Jokowi dalam sejumlah kesempatan tidak bisa sepenuhnya dianggap buruk. Justru menurut saya ada benarnya. Narasi tersebut dapat berfungsi menggugah kesadaran masyarakat Indonesia tentang adanya politik di luar akal sehat, bahaya hoaks dan ujaran kebencian di tahun politik. Apalagi jika ditilik dalam literatur sejarah, narasi sontoloyo rupanya memiliki akar yang kuat.
Bung Karno misalnya pernah mengungkapkan narasi tersebut. Bung Karno pernah menulis artikel berjudul Islam Sontoloyo di Majalah Panji Islam. Artikel tersebut berisi tentang kekesalan Bung Karno melihat umat Islam yang saat itu mengagung-agungkan taqlid dan bid'ah. Dalam pandangannya, taqlid dan bid'ah hanya akan membatasi pembaruan pemikiran dan inovasi dalam jiwa Islam. Bung Karno kesal ketika orang melakukan perubahan dianggap kafir, orang belajar pengetahuan barat disebut kafir, ilmu kedokteran dikatakan kafir, bahkan sendok, garpu, radio, kursi dicap kafir.
Selain Bung Karno, Ruddy Agusyanto juga menulis buku berjudul Budaya Sontoloyo (2012). Di sini, Agusyanto mengungkapkan kekesalannya saat melihat ada negeri tropis namun masyarakatnya masih kelaparan. Sebaliknya, ada negara non-tropis namun justru masyarakatnya kelimpahan sumber daya pangan. Agusyanto kesal karena masyarakat tropis tidak bisa memanfaatkan berkah sinar matahari yang selalu bersinar sepanjang tahun di teritorinya dengan sumber daya pangan yang berkelimpahan untuk kehidupannya, sementara masyarakat non-tropis justru berhasil memonopoli kekayaan bumi tropis tanpa memikirkan nasib pemilik kekayaan alam yang dikuasainya.

Kondisi itulah yang kemudian disebut sontoloyo oleh Agusyanto. Selain itu, narasi sontoloyo juga ditujukan Agusyanto ketika kebudayaan suatu bangsa dikuasai oleh bangsa lain. Sebab, jika itu yang terjadi, maka akan sangat mudah bagi bangsa lain untuk mengendalikan bangsa yang telah berhasil didominasi.
Itulah akar sejarah sontoloyo yang pernah ada. Jadi narasi sontoloyo sesungguhnya diucapkan saat seseorang kesal melihat fenomena yang sedang terjadi. Jika Bung Karno kesal dengan fenomena taqlid dan bid'ahyang membuat umat Islam makin terbelakang dan Agusyanto kesal lantaran Indonesia negeri tropis namun masyarakatnya masih kelaparan, maka Jokowi kesal karena seruan kampanye damai justru diisi dengan saling fitnah dan adu domba.
Saat di ICE BSD, Tangerang (24/10), Jokowi mengatakan, "Kalau masih pakai cara-cara lama, masih memakai politik kebencian, politk sara, politik adu domba, politik pecah belah, itu namanya politik sontoloyo."
Sudah saatnya politik sontoloyo diganti dengan politik gagasan. Dalam hal ini, Jokowi dalam berbagai kesempatan selalu menekankan bahwa sekarang sudah bukan zamannya lagi menjalankan politik adu domba dan saling fitnah. Politikus masa kini, kata Jokowi, sudah semestinya mengedepankan adu program, gagasan, ide, prestasi dan rekam jejak.
Atas dasar itulah, kita ingin bahwa praktik politik sontoloyo segera diakhiri. Deklarasi "Kampanye Damai Pemilu 2019" yang gelar September lalu oleh KPU bersama dua pasangan calon-Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno-tidak boleh jadi pepesan kosong. Deklarasi tersebut sudah sangat tepat karena berisi agar peserta pemilu melakukan pemilihan dengan tertib dan damai serta para peserta dapat menjauhi politik uang, SARA, dan penggunaan hoaks.
Ingat bahwa saat ini kita memasuki masa kampanye pemilu terpanjang dalam sejarah pascareformasi (203 hari). Kampanye terpanjang tersebut harus digunakan sebaik-baiknya oleh para kandidat untuk melalukan kampanye programatik atau kampanye gagasan. Jangan sampai durasi kampanye yang panjang tersebut justru banyak disesaki dengan narasi-narasi politik sontoloyo.
Ali Rif'anDirektur Riset Monitor Indonesia



(mmu/mmu)
Memaknai Narasi "Sontoloyo" Jokowi Memaknai Narasi "Sontoloyo" Jokowi Reviewed by zona jp on November 02, 2018 Rating: 5

Debut Perdana Main Film Horor, Ayu Ting Ting Kesurupan Hingga Muntah Darah Di Trailer 'Nyai'

November 02, 2018
Debut Perdana Main Film Horor, Ayu Ting Ting Kesurupan Hingga Muntah Darah di Trailer 'Nyai'

FILM

'Nyai' Merupakan Bagian Kedua Dari Film Trilogi 'Arwah Tumbal Nyai'.

"Arwah Tumbal Nyai" merupakan film berbentuk trilogi yang disutradarai oleh Arie Azis. Bagian pertamanya, yakni "Arwah", yang dibintangi Zaskia Gotik telah tayang pada akhir September lalu.
Menyusul "Arwah", "Nyai" yang dibintangi oleh Ayu akan dirilis pada 29 November mendatang. Baru-baru ini, RA Pictures merilis trailer resminya di YouTube.
Ayu diceritakan sebagai ibu dari anak perempuan bernama Naila (Aqilah Herby). Kejadian aneh mulai menyerang keluarga Ayu kala Naila mengaku ditemani oleh sosok bernama Nyai. Ayu lantas diminta sang kekasih, Reno (Raffi Ahmad), untuk tinggal bersamanya.
Pertemuan Ayu dengan seorang kakek-kakek mulai menguak misteri tentang perjanjian manusia dan setan yang ikut menyeretnya. Ayu rupanya harus menjadi pengabdi Nyai agar orang-orang yang dicintainya tidak menjadi korban.
Dalam trailer, beberapa kali ditampilkan adegan seram, seperti Ayu yang kerasukan, tangan tertancap paku, hingga muntah darah dan belatung. Zaskia dan Dewi Persik yang tergabung dalam film trilogi ini pun akan muncul sebagai cameo pada "Nyai".
RA Pictures selaku rumah produksi Raffi Ahmad tersebut telah menghasilkan 6 film sepanjang tahun 2018. Sambutan dari publik pun tergolong cukup baik.
Oleh sebab itu, Raffi optimis jika film bagian "Nyai" akan mendapatkan hasil lebih baik dibanding "Arwah". Seperti diketahui, "Arwah" memperoleh lebih dari 300 ribu penonton setelah sebulan penayangannya di bioskop Tanah Air.
"Kalau yang sekarang lagi mau tayang ini kan yang Arwah Tumbal Nyai, nah sekarang part-nya Ayu Ting Ting," ujar Raffi saat jumpa pers film "Nyai" pada Kmais (1/11). "Kemarin Zaskia Gotik nembus di 300 ribu untuk part pertama, sebagai awalan cukup baik. Mudah-mudahan yang Ayu Ting Ting bisa naik lagi."
Debut Perdana Main Film Horor, Ayu Ting Ting Kesurupan Hingga Muntah Darah Di Trailer 'Nyai' Debut Perdana Main Film Horor, Ayu Ting Ting Kesurupan Hingga Muntah Darah Di Trailer 'Nyai' Reviewed by zona jp on November 02, 2018 Rating: 5

Rilis Trailer Internasional, 'Fantastic Beasts 2' Tampilkan Lebih Banyak Makhluk Magis

November 02, 2018
Rilis Trailer Internasional, 'Fantastic Beasts 2' Tampilkan Lebih Banyak Makhluk Magis

FILM

Tak Hanya Tampilkan Makhluk Baru, Sekuel Ini Uga Dipastikan Bakal Tunjukkan Sejumlah Binatang Piaraan Newt Dalam Seri Sebelumnya.

Kali ini, studio raksasa tersebut kembali membagikan promo yang berkaitan dengan sekuel "Fantastic Beasts and Where to Find Them" itu. Dirilis berupa trailer internasional, promo kali ini lebih mengeksplor sejumlah makhluk magis yang bakal ditampilkan dalam franchise dunia sihir tersebut.
Dalam video berdurasi dua setengah menit ini, Eddie Redmayne selaku pemeran Newt Scamander tampak memperkenalkan sejumlah makhluk magis piaraannya. Mulai dari seekor monster bernama Zouwu, yang berasal dari daratan Tiongkok. Binatang tersebut mampu bepergian ribuan mil dalam sehari dan digambarkan sebagai kucing seukuran gajah raksasa dengan lima warna.
Ada pula seekor hewan air berukuran raksasa bernama Kelpie. Ia digambarkan sebagai seekor monster air yang memiliki kemampuan berubah wujud (shapeshifting). Binatang ini berasal dari Irlandia dan Inggris.
Tak ketinggalan, dua hewan piaraan Newt yang sukses mencuri perhatian di film pertamanya, yakni Niffler dan Pickett juga dipastikan bakal kembali dalam seri ini. Seperti yang diketahui, Niffler digambarkan sebagai hewan nakal yang gemar sekali membuat masalah lantaran kebiasaannya mengumpulkan benda berkilau seperti koin, emas dan perhiasan.
Niffler sendiri diidentifikasi sebagai makhluk seperti hewan pengerat, yang memiliki bulu halus serta moncong panjang menyerupai platipus. Habitat alaminya adalah di bawah tanah dan mereka dapat memiliki enam hingga delapan keturunan. Makhluk-makhluk ini dikenal lembut secara alami dan bisa menyayangi pemiliknya.
Sedangkan Pickett adalah seekor Bowtruckle yang bentuknya menyerupai tunas tanaman. Newt sering membawa Pickett di kantungnya lantaran kemampuan Pickett yang bisa membuka segala jenis kunci.
"Fantastic Beasts: The Crimes of Grindelwald" sendiri akan berlatar pada 1927, satu tahun setelah film pertama. Film ini mengisahkan beberapa bulan setelah Newt Scamander yang membantu menangkap Gellert Grindelwald (Johnny Depp). Namun sayangnya, setelah ditangkap oleh MACUSA, Grindelwald berhasil kabur dan bersumpah untuk mengumpulkan para penyihir pure-blood guna menguasai dunia.
Dalam upaya untuk menggagalkan rencana Grindelwald, Albus Dumbledore (Jude Law) pun turun tangan membantu Newt menangkap si penyihir hitam. Namun kala keduanya berusaha untuk menghentikan niat jahat Grindelwald, dunia sihir seakan terpecah belah mengenai siapa yang dapat dipercaya atau tidak. Kepercayaan dan kesetiaan pun diuji, bahkan di antara teman maupun keluarga mereka sendiri.
Selain para aktor tersebut, sekuel ini juga akan dibintangi oleh sejumlah pemain lainnya seperti Ezra MillerClaudia KimZoe KravitzKatherine WaterstonAlison SudolCallum Turner, hingga Dan Fogler. Sama seperti seri "Harry Potter" dan film sebelumnya, sekuel ini akan kembali diarahkan oleh sutradara David Yates. Rencananya, "Fantastic Beasts: The Crimes of Grindelwald" sendiri akan dirilis pada 16 November mendatang.
Rilis Trailer Internasional, 'Fantastic Beasts 2' Tampilkan Lebih Banyak Makhluk Magis Rilis Trailer Internasional, 'Fantastic Beasts 2' Tampilkan Lebih Banyak Makhluk Magis Reviewed by zona jp on November 02, 2018 Rating: 5

Rilis Trailer Perdana, Will Smith Dan Tom Holland Jadi Mata-Mata Di 'Spies In Disguise'

November 02, 2018
Rilis Trailer Perdana, Will Smith dan Tom Holland Jadi Mata-Mata di 'Spies in Disguise'

FILM

Tak Hanya Will Dan Tom, Film Animasi Ini Juga Akan Menghadirkan Kualitas Akting Dari Karen Gillan Hingga Dj Khaled.

Usai merilis deretan poster karakter film animasi "Spies in Disguise", kali ini Fox akhirnya meluncurkan trailer perdana film tersebut. Baru saja dibagikan pada Jumat (2/11), trailer berdurasi hampir dua menit ini menghadirkan beberapa momen kocak ketika karakter mata-mata super, Lance Sterling (Will Smith) berubah menjadi seekor burung merpati.
Mengambil setting dunia spionase internasional, Will Smith akan mengisi suara Lance Sterling, mata-mata paling keren di dunia. Keren, menawan, dan sangat terampil. Lance yakin bahwa tidak ada siapapun yang bisa melakukan pekerjaan ini dengan lebih baik diabndingkan dirinya.
Sedangkan Tom Holland bakal memerankan karakter bernama Walter. Ia merupakan remaja jenius yang menciptakan semua gadget yang digunakan Lance dalam misinya. Namun sebuah kejadian tidak terduga mengharuskan mereka bergantung satu sama lain dan keduanya harus bersatu untuk menyelamatkan dunia.

Selain Will dan Tom, film animasi ini juga akan menghadirkan kualitas akting dari sederet bintang papan atas lainnya. Di antaranya adalah Karen GillanRashida JonesBen MendelsohnMasi Oka dan DJ Khaled. Rencananya, "Spies in Disguise" siap dirilis pada 18 Januari 2019 mendatang.
Rilis Trailer Perdana, Will Smith Dan Tom Holland Jadi Mata-Mata Di 'Spies In Disguise' Rilis Trailer Perdana, Will Smith Dan Tom Holland Jadi Mata-Mata Di 'Spies In Disguise' Reviewed by zona jp on November 02, 2018 Rating: 5

Fahri Hamzah Minta Prabowo Mundur, Gerindra Punya Tafsir Sendiri

November 02, 2018
Fahri Hamzah Minta Prabowo Mundur, Gerindra Punya Tafsir Sendiri
BungaShio - Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menyebut Prabowo Subiantosebaiknya mundur dari Gerindra terkait urusan kursi wagub DKI yang belum selesai-selesai. Gerindra memiliki tafsir tersendiri terkait ucapan Fahri.

"Saya yakin maksud FH adalah Pak Prabowo jelang Pilpres ini fokus kepada masalah Pilpres dan masalah masalah lain seperti wagub DKI diserahkan kepada struktur partai: Tim DPP atau DPD DKI. Hal ini yang sekarang sudah dilakukan Prabowo menyerahkan kepada Gerindra DKI," ujar Ketua DPP Gerindra Sodik Mudjahid lewat pesan singkat, Jumat (2/11/2018).


Saat ini, PKS-Gerindra selaku pengusung Anies Baswedan-Sandiaga Uno belum memutuskan secara final nama pengganti Sandi yang jadi cawapres Prabowo. Alih-alih Gerindra DKI sudah menyorongkan M Taufik, namun PKS DKI belum deal.

"Tapi tim DPP dan DPD juga melihat sejarah hubungan Gerindra dan PKS tentang pencalonan di Jabar, di DKI dan pencalonan capres-cawapres," sebut Sodik.


Sebelumnya, menurut Fahri, Prabowo seolah-olah terlibat dalam polemik Wagub DKI. Dia menyarankan Prabowo fokus pada Pilpres 2019.

"Wagub itu kan tergantung DPRD ya, partai hanya mencalonkan. Simulasinya kan di DPRD mana yang akan diterima mana yang tidak, itu kan tergantung DPRD. Kita lihat aja dinamikanya itu," kata Fahri kepada wartawan setelah menghadiri Deklarasi Ormas Gerakan Arah Baru Indonesia (Garbi) Aceh di Banda Aceh, Kamis (1/11).

"Malah kalau saya mengusulkan Pak Prabowo itu mengundurkan diri saja dari Gerindra. Itu lebih bagus sebenarnya. Biar itu (soal wagub) diurus yang di bawah saja," imbuhnya.
Fahri Hamzah Minta Prabowo Mundur, Gerindra Punya Tafsir Sendiri Fahri Hamzah Minta Prabowo Mundur, Gerindra Punya Tafsir Sendiri Reviewed by zona jp on November 02, 2018 Rating: 5
Gambar tema oleh follow777. Diberdayakan oleh Blogger.