Cerita Lucu Ingin Mengecilkan Perut Buncit


Related image



Di depan pintu keluar parkir gw ketemu sama Pak Semar, laki-laki berbadan tambun, bongsor yang kesehariannya jadi supir bos di perusahaan tempat gw kerja. Pagi itu ia nampak sangat lesu dan tidak bersemangat.
Pemuda: “Pak Semar kayanya belum sarapan deh. Masih pagi-pagi gini kok keliatan nggak semangat dan nggak ada tenaganya?”
Pak Semar: “Memang bener Dik, pagi ini saya memang belum sarapan.”
Pemuda: “Waduh, Pak Semar lagi diet nih, ngalahin anak-anak perempuan jaman sekarang yang pengen tetep langsing, Hehehe!”
Pak Semar: “Bukan buat melangsingkan badan, Dik, tapi untuk menjaga periuk nasi dan kehidupan keluarga saya.” (sambil nepok-nepok perut gendutnya).
Pemuda: “Lah, apa hubungnnya menjaga periuk nasi keluarga dengan perut buncitnya Bapak? Kan perut buncit nggak pengaruh sama kemampuan Bapak menyetir mobil, selain cuma agak susah masuk ke tempat duduk supir dan mempet banget sama setir, Hehehe!”
Pak Semar: “Begini lho, Dik. Berhubung perut saya lebih besar daripada perut Pak Bos, para klien, nasabah, dan pelanggan perusahaan selalu menjabat tangan saya duluan, setelah itu baru berjabatan tangan dengan Pak Bos. Karena kejadian itu sudah sangat sering, Pak Bos memerintahkan untuk mengecilkan perut gendut saya, kalo nggak bisa kecil Pak Bos terpaksa mencari supir lain dan itu artinya saya dipecat, Dik!”
Cerita Lucu Ingin Mengecilkan Perut Buncit Cerita Lucu Ingin Mengecilkan Perut Buncit Reviewed by zona jp on Agustus 26, 2018 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Gambar tema oleh follow777. Diberdayakan oleh Blogger.