Gara-Gara Rambut Putri Tiana Di 'Ralph Breaks The Internet', Disney Kena Tegur Komunitas Kulit Hitam


Gara-Gara Rambut Putri Tiana di 'Ralph Breaks the Internet', Disney Kena Tegur Komunitas Kulit Hitam
YouTube

FILM

Bukan Lagi Keturunan Afrika-Amerika, Trailer 'Ralph Breaks The Internet' Membuat Putri Tiana Terlihat Seperti Ras Ambigu.



Antusiasme penggemar sendiri semakin naik kala "Ralph breaks The Internet" membagikan trailer yang menampilkan deretan Disney Princess. Mulai dari Cinderella, Belle, Aurora, Snow White, Ariel, Elsa, Anna, Rapunzel, Mulan, Jasmine, Moana, Merida, Pocahontas,hingga Tiana dari "Princess and The Frog".
Namun sayangnya, penampilan Putri Tiana yang ditunjukkan dalam trailer ini justru membuat banyak orang kecewa. Pasalnya, rambut Putri Disney yang digambarkan sebagai keturunan Afrika-Amerika itu dinilai tak sesuai dengan kenyataan. Alhasil, banyak anggota komunitas kulit hitam yang merasa jika Tiana mendapatkan diskriminasi dalam film ini.
Y’all don’t understand how important Princess Tiana is to Black girls. We finally had a Disney princess that looked like us, and now, she doesn’t. They gave her Eurocentric features and turned her into a racially ambiguous woman. It’s a no from me, dawg.
"Kalian tidak paham seberapa penting Princess Tiana untuk perempuan kulit hitam. Kami akhirnya punya putri yang mirip kami namun sekarang dia tidak lagi mirip. Disney mengubahnya menjadi wanita ras ambigu," cuit salah satu pengguna Twitter.
Tak hanya itu, seorang kartunis dan animator terkenal, Charlie Trotman malah terang-terangan menyindir Disney dengan menunjukkan tips dan trik menggambar rambut wanita kulit hitam. "Rambut wanita kulit hitam memang rumit dan akan butuh waktu lama untuk mempelajarinya. Tapi tidak ada salahnya untuk mempelajari hal-hal dasar," cuitnya.

Black people can have any hair texture, but what's commonly considered "black hair" is hair that's tightly coiled, with each individual hair shaft looking like a Slinky. These Slinky-hairs interlocking with lots of space between them is what gives black hair so much volume.
The most common convention for classifying hair types (in my experience) is the letter/number one. "black hair" generally rangers from 3A ("good hair") to 4c ("bad hair'). Traditionally, the kinkier/coilier hair was, the "worse" it was. Some older people still hold this standard. pic.twitter.com/o4s3UvWnuM

Преглед на изображението в TwitterПреглед на изображението в Twitter
Tiana memang menjadi Disney Princess pertama yang mewakili komunitas keturunan Afrika-Amerika. Maka tak heran jika karkternya begitu diidolakan oleh banyak orang, terutama komunitas kulit hitam.
Namun sayangnya, hingga kini pihak Disney maupun tim produksi "Ralph Breaks The Internet" sendiri belum memberikan tanggapun. Meski demikian, tentunya hal ini diharapkan tidak mempengaruhi antusiasme penggemar lainnya.
Di sisi lain, "Ralph Breaks the Internet" sendiri bakal mengisahkan Ralph (John C. Reilly) yang mengajak Venellope (Sarah Silverman) untuk keluar dari game. Mereka pun berpetualang menuju dunia internet guna mencari sebuah part penggati game Sugar Rush.
Selain John dan Sarah, beberapa pemain di film pertama juga dipastikan bakal kembali dalam sekuel ini. Di antaranya adalah Jane Lynch serta Jack McBrayer.

"Ralph Breaks the Internet" sendiri akan kembali disutradarai oleh Rich Moore dengan naskah yang ditulis oleh Phil Johnston. Mengambil latar cerita enam tahun setelah film pertama, sekuel ini rencananya akan dirilis pada 21 November mendatang.
Gara-Gara Rambut Putri Tiana Di 'Ralph Breaks The Internet', Disney Kena Tegur Komunitas Kulit Hitam Gara-Gara Rambut Putri Tiana Di 'Ralph Breaks The Internet', Disney Kena Tegur Komunitas Kulit Hitam Reviewed by zona jp on Agustus 27, 2018 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Gambar tema oleh follow777. Diberdayakan oleh Blogger.